Di dunia parenting, seringkali kita menemukan istilah-istilah baru yang belum familiar, salah satunya adalah lanciao. Mungkin Anda pernah mendengar kata ini tapi belum begitu mengerti artinya. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap apa itu lanciao, mengapa penting untuk orang tua memahami istilah ini, serta contoh praktis bagaimana menghadapinya dalam kehidupan sehari-hari bersama anak. Wikipedia Bahasa Indonesia
Apa Itu Lanciao?
Lanciao adalah istilah slang yang populer dalam beberapa komunitas anak muda dan kadang digunakan oleh anak-anak dan remaja. Secara harfiah, lanciao merupakan kata yang berasal dari bahasa Hokkien yang secara maknawi bisa diartikan sebagai “nakal”, “berani”, atau “suka melawan”. Dalam konteks parenting, lanciao menggambarkan perilaku anak yang kurang patuh, suka membantah, atau menentang perintah orang tua tanpa alasan jelas.
Misalnya, ketika anak diminta membereskan mainannya tapi dia justru menolak dengan alasan yang tidak masuk akal, atau saat diminta tidur tepat waktu namun dia terus bermain gadget sampai larut malam. Perilaku seperti ini bisa disebut lanciao.
Asal Usul dan Penggunaan Kata Lanciao
Asal kata lanciao tidak resmi dalam bahasa Indonesia baku, tapi sudah masuk ke dalam bahasa sehari-hari khususnya di beberapa daerah yang memiliki pengaruh budaya Tionghoa. Meski terdengar kasar, sering kali kata ini diucapkan dalam konteks bercanda atau sebagai ungkapan kekesalan ringan.
Orang tua perlu memahami penggunaan kata ini agar bisa mengerti maksud sebenarnya ketika anak menggunakan istilah tersebut, dan juga supaya dapat membedakan antara canda dan sikap serius yang perlu ditindaklanjuti.
Kenapa Anak Bisa Bersikap Lanciao?
Perilaku “lanciao” pada anak bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak menjadi suka membantah atau menentang orang tua. Berikut beberapa contoh penyebab umum:
1. Mencari Perhatian
Anak yang merasa kurang diperhatikan dari orang tua bisa menunjukkan sikap lanciao agar mendapatkan perhatian lebih. Misalnya, saat anak merasa kalah saing dengan kakak atau adik lainnya, dia mungkin akan berulah agar orang tua fokus padanya.
2. Perasaan Ingin Mandiri
Seiring bertambahnya usia, anak ingin mencoba mengambil keputusan sendiri dan menunjukkan kemampuannya. Kadang, keinginan ini diekspresikan dengan cara menentang aturan atau larangan yang diberikan orang tua.
3. Kurangnya Konsistensi dalam Aturan
Jika peraturan di rumah tidak konsisten, atau orang tua sering berubah-ubah dalam menegakkan aturan, anak bisa menjadi bingung dan menolak aturan tersebut. Ini memicu perilaku lanciao karena anak merasa aturan yang diberikan tidak adil atau tidak jelas.
Cara Menghadapi Anak yang Lanciao
Menghadapi anak yang suka lanciao memang memerlukan kesabaran dan strategi yang tepat. Berikut beberapa tips praktis yang bisa diterapkan orang tua:
1. Tetapkan Aturan yang Jelas dan Konsisten
Anak perlu tahu batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Orang tua harus menetapkan aturan yang jelas dan konsisten. Misalnya, jika aturan main gadget hanya 1 jam sehari, maka patuhi aturan itu setiap hari tanpa terkecuali. Dengan konsistensi, anak akan belajar menghormati aturan dan berkurang perilaku lanciao.
2. Beri Penghargaan dan Pujian
Orang tua bisa memberikan pujian ketika anak menunjukkan sikap baik dan mematuhi aturan. Contohnya, “Ibu bangga kamu sudah membereskan mainan tanpa disuruh.” Penghargaan positif ini akan memotivasi anak untuk berperilaku baik dan mengurangi kecenderungan lanciao.
3. Jangan Balas dengan Kekerasan atau Makian
Saat anak bersikap lanciao, jangan sekali-kali membalas dengan kekerasan fisik atau kata-kata kasar. Hal ini justru bisa memperburuk perilaku anak dan membuat hubungan orang tua-anak semakin renggang. Sebaliknya, ajak anak bicara dengan tenang dan jelaskan alasan di balik aturan yang diberikan.
4. Bantu Anak Mengekspresikan Emosi dengan Baik
Banyak anak bersikap lanciao karena kesulitan mengungkapkan perasaan mereka. Orang tua bisa membantu dengan mengajarkan cara mengekspresikan emosi seperti marah atau kecewa melalui kata-kata, menggambar, atau aktivitas lain yang mereka sukai.
Contoh Situasi dan Cara Orang Tua Menghadapinya
Untuk lebih memahami bagaimana menerapkan tips mengatasi anak yang lanciao, mari kita lihat beberapa contoh praktis:
Contoh 1: Anak Menolak Makan Sayur
Anak Anda menolak makan sayur dan malah membantah saat Anda menyuruhnya makan. Dalam kondisi ini, jangan langsung memaksa atau marah. Coba beri penjelasan kenapa makan sayur penting dengan bahasa sederhana, misalnya, “Sayur ini membuat kamu kuat supaya bisa bermain lebih lama.” Berikan pilihan sayur yang dia suka sebagai pengganti, dan beri pujian saat dia mau mencoba sedikit.
Contoh 2: Anak Enggan Tidur Tepat Waktu
Ketika diminta tidur pukul 8 malam, anak justru bermain gadget dan menolak tidur. Anda bisa membuat jadwal tidur yang menarik, misalnya menggunakan kalender bertanda stiker bintang setiap kali anak tidur tepat waktu. Jelaskan konsekuensi jika tidur terlambat, seperti kurang energi besok hari. Tetap konsisten dan jangan mudah menyerah.
Contoh 3: Anak Membantah Permintaan Orang Tua
Jika anak sering membantah saat diberi perintah, coba gunakan teknik memberi pilihan. Misalnya, daripada berkata “Cepat pakai sepatu!”, katakan “Kamu ingin pakai sepatu merah atau biru hari ini?” Dengan memberikan pilihan, anak merasa dihargai dan biasanya akan lebih kooperatif.
Kesimpulan
Lanciao bukan sekadar “anak nakal”, tapi sebuah bentuk komunikasi yang menunjukkan kebutuhan dan emosi anak yang belum tersalurkan dengan baik. Memahami apa itu lanciao dan mengapa anak bisa berperilaku demikian sangat penting agar orang tua bisa merespons dengan tepat. Dengan penerapan aturan yang konsisten, komunikasi yang baik, dan pendekatan penuh kasih sayang, perilaku lanciao dapat diminimalisir sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak.
FAQ tentang Apa Itu Lanciao
1. Apakah lanciao selalu berarti anak nakal?
Tidak selalu. Lanciao lebih mengarah pada perilaku anak yang menentang atau kurang patuh, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti keinginan mandiri atau mencari perhatian, bukan hanya karena nakal.
2. Bagaimana cara membedakan lanciao yang wajar dan yang bermasalah?
Jika perilaku lanciao terjadi sesekali dan anak masih bisa diajak berdiskusi, itu wajar. Namun jika perilaku tersebut berdampak negatif signifikan pada kehidupan sehari-hari dan sulit dikendalikan, mungkin perlu konsultasi dengan psikolog anak.
3. Apakah menggunakan kata lanciao saat berbicara dengan anak diperbolehkan?
Sebaiknya dihindari agar tidak memunculkan rasa negatif atau minder pada anak. Lebih baik gunakan bahasa yang positif dan membangun agar hubungan tetap harmonis.
4. Apakah lanciao hanya terjadi di kalangan anak-anak Indonesia yang menggunakan bahasa daerah tertentu?
Meskipun istilah ini populer di daerah tertentu, perilaku lanciao bisa ditemukan di berbagai kalangan anak di seluruh Indonesia karena merupakan bagian dari perkembangan emosi dan kepribadian anak.
5. Kapan waktu terbaik untuk membantu anak mengatasi perilaku lanciao?
Segera ketika tanda-tanda perilaku lanciao muncul secara berulang. Penanganan dini dengan komunikasi dan pendekatan tepat akan membantu anak mengembangkan sikap yang lebih positif.